kelompk saya mendapat tugas survey di kawasan arjuna, namun karena luas nya wilayah tersebut harus dibentuk sub kelompok agar lebih mudah menjelajahinya. Saya mendapat bagian di jalan Aruna, Saturugna, Ayudia, Dasarata dan sekitarnya.Kawasan survey saya lebih di dominasi oleh perumahan dan beberapa home industri
berikut sebagian gambar yang saya ambil di kawasan tersebut:
Perumahan di daerah tersebut sangat tertata rapi dan asri dimana perumahan itu yang saya lihat dari peta lansekap berbentuk seperti lingkaran oval. dan ternyata hal tersebut dibuktikan setelah saya dan sub kelompk saya menjelajah di daerah tersebut.
Survey ke 2 saya menemukan hal yang bertolak belakang dari yang survey pertama dimana banyak industri berat dan perdagangan yang letak nya di jalan raya.
berikut foto yang saya ambil:
pemandangan yang bertolak belakang dengan survey pertama dimana di kawasan terebut terstruktur secara rapi dan juga asri. tidak sesuai dengan kondisi di survey kedua,dimana banyak jalan yang berlubang, tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan, pedagang yang sebagian banyak tidak tersturuktur secara baik. Bisa dibilang kawasan ini sangat kumuh apabila saat hujan banyak genangan air dimana-mana.
Inilah hasil pengamatan saya saat survey berlangsung. Terima kasih...
Jumat, 25 November 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Bentuk Komunikasi berdasarkan Media
Komunikasi Visual:
Komunikasi visual, sesuai namanya, adalah komunikasi melalui penglihatan. Komunikasi visual merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual menkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_visual
Komunikasi Verbal:
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_verbal
Komunikasi Vokal:
komunikasi vokal adalah cara kita mengartikulasikan perasaan dan pikiran.
Komunikasi visual, sesuai namanya, adalah komunikasi melalui penglihatan. Komunikasi visual merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual menkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_visual
Komunikasi Verbal:
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_verbal
Komunikasi Vokal:
komunikasi vokal adalah cara kita mengartikulasikan perasaan dan pikiran.
Kuliah Tekpres dan komunikasi tgl 13 Oktober 2011
Media Komunikasi yang saya temui saat perkuliahaan berlangsung adalah:
Kesan saya tentang kuliah dari dosen tamu:
Sangat Menarik! itulah kesan saya dikarenakan pak Iman Dermawan dari A.S.E.T. dikarenakan beliau menggunakan seluruh media komunikasi untuk membuat presentasi nya menarik.Selain itu beliau pun mempresentasikan bidang pekerjaan nya dengan bahasa yang gampang dimengeti oleh para mahasiswa.
Sehingga tidak membuat jenuh para mahasiswa yang mendengarkan dan memperhatikan presentasi beliau
Apa hubungan nya dengan masa depan kita?
Hubungan nya saya dapat memperoleh ilmu baru,dimana saat kita mempresentasikan pekerjaan atau ide kita dengan cara mempresentasikan hal tersebut dengan cara semenarik mungkin namun kita harus melihat kondisi audience terlebih dahulu karena tidak semuanya akan mengerti apa yang dibicarakan. (contoh: tidak mungkin kita membicarakan tentang ide kita tentang wedding orgenizer ke buruh/pekerja kasar)
dan juga kita harus dan dapat mengetahui alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang presentasi. Ilmu-ilmu tersebut dapat kita gunakan pada saat presentasi nanti sehingga dapat menghasilkan presentasi yang menarik dan tidak membosankan.
- Photo
- Slide
- Music
- Ipad
- Infocus
- Video
- Laptop
- Speaker
- Microphone
Kesan saya tentang kuliah dari dosen tamu:
Sangat Menarik! itulah kesan saya dikarenakan pak Iman Dermawan dari A.S.E.T. dikarenakan beliau menggunakan seluruh media komunikasi untuk membuat presentasi nya menarik.Selain itu beliau pun mempresentasikan bidang pekerjaan nya dengan bahasa yang gampang dimengeti oleh para mahasiswa.
Sehingga tidak membuat jenuh para mahasiswa yang mendengarkan dan memperhatikan presentasi beliau
Apa hubungan nya dengan masa depan kita?
Hubungan nya saya dapat memperoleh ilmu baru,dimana saat kita mempresentasikan pekerjaan atau ide kita dengan cara mempresentasikan hal tersebut dengan cara semenarik mungkin namun kita harus melihat kondisi audience terlebih dahulu karena tidak semuanya akan mengerti apa yang dibicarakan. (contoh: tidak mungkin kita membicarakan tentang ide kita tentang wedding orgenizer ke buruh/pekerja kasar)
dan juga kita harus dan dapat mengetahui alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang presentasi. Ilmu-ilmu tersebut dapat kita gunakan pada saat presentasi nanti sehingga dapat menghasilkan presentasi yang menarik dan tidak membosankan.
Selasa, 11 Oktober 2011
Komunikasi
Definisi Komunikasi
Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia dan masyarakat. Aktivitas komunikasi dapat dilihat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia yaitu sejak dari bangun tidur sampai manusia beranjak tidur pada malam hari. Bisa dipastikan sebagian besar dari kegiatan kehidupan kita mengunakan komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Namun, apa yang dimaksud dengan komunikasi itu sendiri ?
Pawito dan C Sardjono (1994 : 12) mencoba mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).
Wilbur Schramm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Schramm menguraikannya sebagai berikut :
“Komunikasi berasal dari kata-kata (bahasa) Latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonnes) dengan seseorang. Yaitu kita berusaha berbagai informasi, ide atau sikap. Seperti dalam uraian ini, misalnya saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian (pemahaman) yang sama terhadap pesan tertentu” (Suprapto, 2006 : 2-3).
Dari uraian tersebut, definisi komunikasi menurut Schramm tampak lebih cenderung mengarah pada sejauhmana keefektifan proses berbagi antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness), kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience)-nya. Menurutnya, sebuah komunikasi akan benar-benar efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain persis sama seperti apa yang dikehendaki oleh penyampai.
Pakar komunikasi lain, Joseph A Devito mengemukakan komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan. Dalam setiap proses transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen lain (Suprapto, 2006 : 5).
Sebagai proses, kata Smith, komunikasi sekaligus bersifat khas dan umum, sempit dan luas dalam ruang lingkupnya. Dirinya menguraikan :
“Komunikasi antarmanusia merupakan suatu rangkaian proses yang halus dan sederhana. Selalu dipenuhi dengan berbagai unsur-sinyal, sandi, arti tak peduli bagaimana sederhananya sebuah pesan atau kegiatan itu. Komunikasi antarmanusia juga merupakan rangkaian proses yang beraneka ragam. Ia dapat menggunakan beratus-ratus alat yang berbeda, baik kata maupun isyarat ataupun kartu berlubang baik berupa percakapan pribadi maupun melalui media massa dengan audience di seluruh dunia…ketika manusia berinteraksi saat itulah mereka berkomunikasi…saat orang mengawasi orang lain, mereka melakukan melalui komunikasi” (Blake dan Haroldsen, 2003 : 2-3).
Sedangkan, Larry A Samovar, Richard E Porter dan Nemi C Janin dalam bukunya Understanding Intercultural Communication mendefinisikan komunikasi sebagai berikut :
“Communication is defined as a two way on going, berhaviour affecting process in which one person (a source) intentionally encodes and transmits a message throught a channel to an intended audience (receiver) in order to induce a particular attitude or behaviour” (Purwasito, 2003 : 198).
Dance dan Larson (dalam Vardiansyah, 2004 : 9) setidaknya telah mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan. Namun, Dance dan Larson mengidentifikasi hanya ada tiga dimensi konseptual penting yang mendasari perbedaan dari ke-126 definisi temuannya itu, antara lain :
- Tingkat observasi atau derajat keabstrakannya. (a) Definisi bersifat umum, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. (b) Definisi bersifat khusus, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah alat untuk mengirimkan pesan militer, perintah dan sebagainya melalui telepon, telegraf, radio, kurir dan sebagainya.
- Tingkat kesengajaan. (a) Definisi yang mensyaratkan kesengajaan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentransmisikan suatu pesan kepada seorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima. (b) Definisi yang mengabaikan kesengajaan, misalnya dari Gode (1959) yang menyatakan komunikasi sebagai proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang atau monopoli seseorang menjadi dimiliki dua orang atau lebih.
- Tingkat keberhasilan dan diterimanya pesan. (a) Definisi yang menekankan keberhasilan dan diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk mendapatkan saling pengertian. (b) Definisi yang tidak menekankan keberhasilan dan tidak diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses transmisi informasi.
Dari berbagai definisi komunikasi yang ada, Sasa Djuarsa Sendjaja dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi mencoba menjabarkan tujuh definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut antara lain :
- Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Definisi ini seperti yang dikemukakan Hovland, Janis & Kelley (1953).
- Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Komunikasi ini seperti yang dikemukakan Berelson dan Stainer (1964).
- Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?). Definisi seperti yang dikemukakan Lasswell (1960).
- Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Definisi ini seperti yang dikemukakan Gode (1959).
- Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Definisi ini seperti dikemukakan Barnlund (1964).
- Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Definisi ini seperti yang disampaikan Ruesch (1957).
- Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Definisi ini seperti yang dikemukakan Weaver (1949) (Zubair, 2006).
Sementara Riswandi menyimpulkan beberapa karakteristik komunikasi berdasar berbagai definisi yang dikemukakan para ahli, antara lain :
- Komunikasi adalah suatu proses, artinya komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
- Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
- Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang disampaikan.
- Komunikasi bersifat simbolis karena dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
- Komunikasi bersifat transaksional. Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
- Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya bahwa para pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. (Riswandi, 2006).
Jika dilihat sekilas dari ulasan di atas, kiranya dapat ditarik benang merah bahwa tiap ahli bisa memiliki pandangan beragam dalam mendefinisikan komunikasi. Komunikasi terlihat sebagai kata yang abstrak sehingga memiliki banyak arti. Kenyataannya untuk menetapkan satu definisi tunggal terbukti sulit dan tidak mungkin terutama jika melihat pada berbagai ide yang dibawa dalam istilah itu.
Ilmu komunikasi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner sehingga definisi komunikasi pun menjadi banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya berbagai definisi komunikasi yang ada sesungguhnya saling melengkapi dan menyempurnakan sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri
Sumber:
Buku :
Suprapto, Tommy. Pengantar Teori Komunikasi. Cetakan Ke-1. Yogyakarta: Media Pressindo, 2006.
Vardiansyah, Dani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.
Internet :
Zubair, Agustina. “Definisi Komunikasi.” WordPress.com 17 Oktober 2006. 10 Juni 2010. <http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi>.
Riswandi. “Definisi Komunikasi dan Tingkatan Proses Komunikasi.” WordPress.com 17 Oktober 2006. 10 Juni 2010. <http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/>.
“Definisi Komunikasi.” Blogdetik.com. 11 Juni 2010. <http://cahpct.blogdetik.com/2009/04/02/definisi-komunikasi/>
Definisi Komunikasi menurut personal
Definisi Komunikasi menurut personal
Dalam kehidupan bermasyarakat kita selalu berkomunikasi untuk menjalin sebuah hubungan, karna dengan adanya komunikasi kita akan mengetahui tentang suatu hal masing - masing satu antara yang lain.
Perkataan komunikasi bukan merupakan suatu kegiatan yang asing, karena semua manusia praktis melakukan kegiatan komunikasi dalam kehidupannya sehari-hari. Tanpa disadari sekitar 90 persen dari kegiatan seseorang dalam satu hari adalah berkomunikasi. Sejak bangun tidur sampai pergi tidur lagi manusia berkomunikasi dengan segala sesuatu yang ada disekitarnya.
Apakah itu mis-komunikasi
mis-komunikasi, yaitu kesalahpahaman komunikasi antara pemberi pesan dan penerima pesan.
Mis-komunikasi ini bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya faktor pengetahuan dan bahasa. Artinya, orang-orang yang memiliki latar belakang pengetahuan, pengalaman, dan bahasa yang sama, akan lebih mudah mencapai kesamaan persepsi.
Selain hal-hal tersebut, faktor penyebab terjadinya mis-komunikasi adalah penerima pesan salah mengartikan apa yang dikatakan oleh pemberi pesan. Sehingga yang sering terjadi adalah seorang pemberi pesan memiliki maksud tersendiri dalam menyampaikan pesannya, namun sang penerima pesan juga mempunyai maksud yang lain dalam benaknya. Inilah yang menyebabkan terjadinya mis-komunikasi antar kedua belah pihak.
Langganan:
Postingan (Atom)